Senin, 25 April 2011

PEMBUATAN REOG

Reog ponorogo adalah seni yang sudah mendarah daging pada keluarga kami, selain itu reog menjadi penopang kebutuhan keluarga kami. Kami selalu memproduksi kesenian reog ponorogo setiap waktu demi menjaga kesenian reog dari kepunahan dan supaya tidak lagi di klaim oleh negara lain. walaupun pesanan reog lagi sepi kami tetap selalu memproduksi reog ponorogo ini sebagai stok dagangan kami. Pada kali ini saya Pengrajin Reyog Ponorogo (Pak Warni Grenteng)
akan menceritakan sedikit tentang proses pembuatan reog.

Reog yang utama mempunyai dua bagian yaitu dadak (merak) dan caplokan (kepala macan), dadak itu dibuat dari bahan bambu, batang bulu merak, merak, cat dan benang kasur. yang pertama pembuatan rengkek yaitu membuat dasaran dari bahan bambu yang membentuk reog dan untuk tempat menancapkan bulu-bulu merak, selanjutnya mengisi dasaran yang tadi dibuat dengan batang merak/tlasar, setelah itu bagian yang terakhir memasang bulu merak dan krakap.

Yang kedua yaitu pembuatan caplokan atau kepala macan, caplokan mempunyai bahan dasar kayu dadap, rotan, mancung/pelepah pohon kelapa dan kulit harimau. Prosesnya yang pertama yaitu membentuk kayu dadap dan mengukirnya, yang nantinya menjadi bagan gigi caplokan, selanjutnya memasang mancung/pelepah pohon kelapa dibagian atas kayu tadi yang nantinya menjadi bagian dahi dan kepala bagian atasnya, selanjutnya proses menunggu beberapa hari sampai mancung kering,, kalau sudah kering tahap selanjutnya yaitu memasang kulit harimau pada kayu tadi, dan dibentuk sedimikian rupa sehingga menjadi bentuk kepala macan yang garang. tahap yang terakhir adalah pengecatan bagian mulut dan gigi caplokan dengan warna merah, putih, kuning dan hitam dan memasang gubat/ekor sapi sebagai rambut caplokan.

2 komentar:

bg kepiye gae kepala reog_ke?

Supaya lebih jelas lagi tolong nanti disertakan foto serta proses pembuatan dadak merak.. Salam budaya

Tags

Labels