Rabu, 04 Mei 2011

JANGAN SAMPAI!!! Reog Ponorogo Diklaim Malaysia lagi

Kita sebagai salah satu warga negara yang tinggal di Indonesia tentunya sudah mengenal beberapa kesenian daerah yang ada di negara kita. Pada saat kita masih di Sekolah Dasarpun sudah dikenalkan dengan berbagai macam kesenian daerah yang ada di Indonesia. Mulai dari wayang kulit, ketoprak, ludruk, dan berbagai macam kesenian yang ada di daerah-daerah lain. Salah satu kesenian daerah yang cukup terkenal dari Ponorogo adalah kesenian Reog. Saya sendiri sebagai orang Ponorogo asli cukup mengenal kesedian itu. Di Ponorogo biasanya kesenian Reog ini digelar untuk memperingati acara-acara tertentu seperti acara tujuhbelasan, grebeg suro, dan berbagai acara lain.

Pada awalnya, munculnya kesenian Reog Ponorogo ini berawal dari kisah Raja Kelono Suwandono yang berasal dari kerajaan Bantar Angin hendak melamar seorang putri yang sangat cantik jelita bernama Putri Songgo Langit dari Kerajaan Kediri. Menurut cerita kakek saya (dulu) Kerajaan Bantar Angin ini letaknya di daerah Sumoroto yaitu di wilayah barat kota Ponorogo. Kisahnya sangat panjang kalau diceritakan disini, mungkin akan saya tulis di postingan tersendiri. Akhirnya dari kisah ini muncullah kesenian Reog Ponorogo yang sekarang sudah dikenal dimana-mana bahkan sampai di mancanegara.

Saya sungguh prihatin mendengar kabar yang sedang santer saat ini, terutama di dunia maya tentang kesenian Reog Ponorogo yang diklaim oleh Malaysia menjadi miliknya dengan nama Barongan. Di atas kepala singa diberi tulisan “Malaysia” untuk mempengaruhi orang-orang agar seakan-akan kesenian ini berasal dari Malaysia. Dan anehnya lagi, menurut mereka munculnya kesenian ini berasal dari kisahnya Nabi Sulaiman. Padahal kita semua tahu bahwa hanya ada satu kesenian Reog yaitu Reog dari Ponorogo.


NB: OJO NGANTI DI KLAIM MANEH,,,,,, BILA PERLU PERLUAS WILAYAH JANGKAUAN REOG DI NUSANTARA,,,,, DI SUMATRA N KALIMANTAN SUDAH BANYAK ,, DI IRIAN JAYA ADA SEDIKIT,,, AYO SULAWESI COME ON!!!!! ,,,,,,,,,, NEK DI KLAIM MANEH WANI BACOKAN KARO MALAYSIA

0 komentar:

Tags

Labels